Pendakian Perdana Gunung Kerinci via Solok Selatan

Temukan Pengalaman Menarik melalui jalur baru pendakian gunung kerinci 3805mdpl via solok selatan

Tuesday, June 26, 2018

Sensasi Menginap di Rumah Gadang Nomor 010


Sekilas Sejarah Rumah Gadang 010 Di Kawasan 1000 Rumah Gadang.

Berdasarkan tugu informasi yang ada di halaman depan dan dipampang oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok Selatan, rumah gadang yang dikelola Upik Pandu adalah Rumah Gadang Datuak Djopanjang.


Foto : Home Stay Rumah Gadang No. 010


Diperkirakan rumah gadang ini berdiri pada sekitar tahun 1800-an. Pada masa penjajahan Belanda dulu, rumah gadang ini sempat digunakan sebagai dapur umum untuk menyediakan ransum makan pekerja Kina di Muaralabuh.


Rumah Gadang Datuak Djopanjang juga disebut Rumah Gadang Surau karena bentuk bangunannya seperti surau. Rumah Gadang yang membawahi Suku Panai ini dipelihara oleh generasi ke-4 dan dikepalai oleh Datuak ke-5 bernama Nusatria Datuak Djopanjang (2017). 



"Waktu zaman dulu, rumah gadang ini sering dipakai rapat orang-orang dahulu untuk membicarakan agama. Sebelum ada masjid, orang-orang shalat di rumah gadang ini. Kalau rumah gadang orang biasa, biasanya ada kamar. Di rumah gadang ini tidak ada kamar, kecuali hanya ada di anjung kiri dan kanan saja," jelas perempuan berusia 64 tahun ini.



Di Homestay Rumah Gadang 010 ini Bisa Menampung Tamu yang ingin Menginap dengan Kapasitas 30 Orang, selain itu tamu juga bisa merasakan petualangan ke beberapa lokasi wisata yang ada di Solok Selatan, Objek Wisata yang Terdekat dengan Kawasan Saribu Rumah Gadang Adalah Seperti merasakan Sensasi Tubing Ducati, Mengunjungi Hot Water Boom Sapan Maluluang, dan Juga Mengunjungi Istano Rajo Balun. Anda tinggal menghubungi kami untuk bisa menikmati potensi wisata yang ada di daerah Solok Selatan. 






Ingin Merasakan Sensasi Menginap di Rumah Gadang 010 ini??? Hubungi Kami di Kontak Person Di Bawah Ini :





Monday, April 9, 2018

Ekspedisi ke Air Terjun Baskom


Deru air terjun Baskom yang berada di daerah wonorejo kenagarian lubuk gadang selatan kecamatan sangir kabupaten solok selatan menyambut kedatangan para penikmat keindahan alam yang telah di ciptakan yang maha kuasa untuk umatnya.

Dikelilingi oleh tumbuhan hutan dan pohon serta sebagian area peladangan masyarakat membuat suasana di kawasan air terjun baskom ini sangat damai dan sejuk.

Air terjun baskom adalah salah satu air terjun yang wajib anda kunjungi ketika anda berada di solok selatan, keindahan dan keramahan masyarakatnya akan membuat anda betah dan merasa berada di rumah sendiri.

Tidak jauh dari jalan utama menuju ke lokasi anda bisa menikmati perjalanan melalui trek yang di bangun oleh masyarakat bangun wonorejo dan kelompok sadar wisata ( Pokdarwis )

Berikut beberapa foto keindahan Air Terjun Wonorejo yang di kunjungi oleh penikmat keindahan alam bersama Solseltours.




Ayo Jelajahi Keindahan Alam Solok Selatan Bersama Solsel Tours


Tuesday, March 27, 2018

Pesona Air Terjun Kembar


Bicara mengenai Solok Selatan tidak terlepas dari bicara mengenai potensi wisata alamnya. Bicara mengenai wisata alam yang ada di solok selatan seakan tiada habisnya mulai dari wisata Unggulan Pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan, Wisata budaya dengan 1000 Rumah Gadang dan Rumah Gadang Terpanjang Di Dunia, Wisata Goa, serta wisata alam berupa air terjun yang sangat indah dan tersebar di seluruh wilayah Solok Selatan seperti Air Terjun Tangsi Ampek, Air terjun Aia Malanca, Air Terjun Rimbo Pigi, Air Terjun Ulu Suliti, Air Terjun Kupitan, Air Terjun Baskom, Air Terjun Tangsi Tiga dan banyak lagi yang lainnya. Salah satu air terjun yang tidak kalah menariknya dan memiliki spot instagramable adalah Air Terjun Kembar.

Air Terjun Kembar Terletak di jorong Pincuran Tujuah di kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan Propinsi Sumatera Barat, memiliki keindahan yang luar biasa deru air terjun yang bergemuruh serta suasana yang asri dan udara yang sangat segar menjadikan spot wisata ini menjadi salah satu wisata unggulan di solok selatan.

Dengan menempuh jarak sekitar kurang lebih 20 menit dari ibukota solok selatan yaitu Padang Aro kita bisa sampai di spot yang satu ini, dalam perjalanan menuju Air terjun kembar pun kita akan disuguhi pemandangan yang bagus salah satunya adalah kebun teh liki yang terhampar indah dan hijau laksana permadani. Selain lokasi wisata minat khusus Air Terjun Kembar sangat cocok untuk wisata keluarga karena lokasinya sangat luas dan memiliki spot foto yang sangat instagramable selain itu di lokasi ini juga tersedia arena camping ground untuk pengunjung.

Menikmati malam hari yang di taburi bintang di selingin suara deru air terjun kembar di temani secangkir kopi dan api unggun bersama orang-orang tercinta dan menikmati kesegaran udara ditemani kicauan burung dan merdunya suara simfoni dari air terjun kembar di pagi hari tentunya akan menjadikan liburan anda menjadi sempurna bersama orang terkasih anda di Solok Selatan.




Ingin berpetualang dan menjelalahi eksotisnya Solok Selatan Silahkan hubungi Kami


Thursday, February 15, 2018

Pendakian Perdana Jalur Gunung Kerinci via Solok Selatan

Pendakian Ekslusif jalur Gunung Kerinci Via Solok Selatan telah dimulai. Pada hari ini Kamis tanggal 15 Februari 2018 pendakian perdana di lakukan oleh empat orang pendaki dari daerah Jabodetabek.

Pada pendakian istimewa ini Wakil Bupati Solok Selatan Bapak H. Abdul Rahman di dampingi oleh salah satu Anggota Dewan Propinsi Sumatera Barat yaitu Bapak Irwan Afriadi beserta Pihak Taman Nasional Kerinci Seblat Bapak Davit selaku Tuan Rumah melepas keberangkatan para pendaki tersebut untuk menuju Puncak Gunung Kerinci 3805 mdpl melalui jalur Ekslusif Solok Selatan.

Pada Kesempatan ini juga Wakil Bupati Solok Selatan memimpin doa bersama dan meminta kepada Allah SWT agar pendakian ini berhasil dan tamu yang datang juga kembali dengan selamat. Harapan beliau semoga dengan adanya Jalur pendakian Gunung Kerinci Via Solok Selatan ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat Solok Selatan pada umumnya.

Tuesday, January 16, 2018

Ayo Nikmati Sensasi Ekslusif Pendakian Gunung Kerinci Via Solok Selatan

Jalur pendakian Gunung Kerinci dari solok selatan akan memberikan nuansa baru unutk para pendaki, pada pendakian gunung kerinci via solok selatan ini rencananya akan di jadikan pendakian yang ekslusif dimana pada perencanaan awalnya diperbolehkan hanya 50 ( Lima puluh ) orang pendaki tiap harinya yang akan di berikan izin/Simaksi untuk melewati jalur ini.

kebijakan ini di maksudkan adalah untuk menjadikan jalur pendakian gunung kerinci via solok selatan ini yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat tetap terjaga kelestariannya.

Thursday, January 4, 2018

Gunung Tujuh Outdoors, Solusi Perlengkapan Outdoors anda di Solok Selatan

Seiring dengan meningkatnya perkembangan wisata di kabupaten Solok Selatan maka meningkat pula permintaan segala sesuatu yang berhubungan dengan pariwisata, seperti perkembangan kuliner,perkembangan kesenian dan budaya, serta perkembangan kebutuhan peralatan out doors.

Apalagi dengan di bukanya jalur pendakian Gunung Kerinci dari Solok Selatan maka sudah bisa di pastikan bahwa kedepannya akan sangat banyak permintaan akan kebutuhan peralatan outdoors, Salah satu referensi untuk keperluan perlengkapan outdoors ini adalah Gunung Tujuh Out Doors yang berada di Daerah Padang Aro Kecamatan Sangir kabupaten Solok Selatan.

Gunung Tujuh Outdoors adalah salah Perintis usaha out doors yang ada di solok selatan, di sini tersedia berbagai macam keperluan dari perlengkapan lapangan, mulai dari berbagai macam sepatu, kaos, carrier, dan lain-lain dengan merk-merk ternama seperti Eiger, Consina, Trekking, Dan Lain-lain.

Dengan kata lain Gunung Tujuh Out Doors bisa mengakomodir segala keperluan dari para pendaki gunung mengenai perlengkapan yang di perlukan di lapangan. dan tidak menutup kemungkinan juga kedepannya akan menyediakan segala macam pernak pernik yang berkitan dengan lokasi wisata yang ada di solok selatan seperti kaos, mug, scarff dan lain-lain.

Jika anda berada di daerah solok selatan dan memerlukan perlngkapan outdoors silahkan langsung menuju ke Gunung Tujuh Out Doors dengan CP : 0812 6809 4466 (Rizky)




Tuesday, January 2, 2018

RESMI!!! Jalur Pendakian Kerinci dari Solok Selatan

Jalur baru pendakian Gunung Kerinci melalui Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, telah bisa dilalui setelah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mensahkan rezonasi jalur tersebut, kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Arief Toengkagie.

Pendaki yang akan menjajal jalur baru yang jaraknya sekitar 12,4 kilometer ke puncak gunung dari batas TNKS itu, sebutnya harus mengurus surat izin masuk kawasan konservasi (Simaksi) yang bisa dilakukan di pusat informasi yang telah disediakan di pintu masuk jalur tersebut di Bangun Rejo, Kecamatan Sangir, Solok Selatan.

"Pusat informasi sudah kami bikin di jalur baru itu. Simaksi bisa langsung dibikin di pos itu atau dipesan dulu. Pembuatan bisa langsung," ujarnya.

Dikarenakan jalur tersebut merupakan zona rimba yang diperbolehkan dilintasi dan masih memiliki hutan yang lebat dan ekstrem, sebutnya para penghobi wisata minat khusus yang baru melalui jalur itu diimbau membawa pemandu.

"Kami sudah melatih sekitar 20 orang warga Bangun Rejo dan sekitarnya untuk menjadi pemandu," ujarnya.

Sebagai bentuk mendukung jalur pendakian baru itu, sebutnya TNKS telah melengkapi sejumlah infrastruktur seperti pusat informasi, jalur yang belum bagus namun telah bisa ditempuh, kemudian kantong-kantong air.

Selain itu salah satu yang sangat di butuhkan di lokasi camping ground Bangunrejo adalah tersedianya lokasi merchadise ataupun peralatan pendakian/out doors, semoga pihak-pihak yang berkaitan dan sudah memiliki nama di bidang outdoor bisa melirik kesempatan ini dan bisa berkoordinasi langsung dengan pihak Taman Nasional Kerinci Seblat/ TNKS.



Ayo ke Solok Selatan " Sorganya Para Petualang "

Ingin Menikmati dan menjelajahi eksotisnya Solok Selatan Silahkan Hubungi Kami 







Sunday, December 24, 2017

Keelokan Puncak BRJ

Setelah Berhasil Menjadi Juara satu dalam Pemilihan Kampung Wisata Terpopuler di Indonesia melalui Wilayah 1000 Rumah Gadang nya , berimbas kepada seluruh penjuru Kabupaten solok selatan untuk meningkatkan fasilitas dari semua potensi wisata yang ada di solok selatan. semua masyarakat kabupaten solok selatan berkomitmen untuk menjadikan daerahnya menjadi destinasi wisata alam, budaya, religius, kuliner dan juga wisata belanja.

Salah satunya adalah pembenahan yang terus dilakukan oleh salah satu pemilik lokasi wisata kuliner dan wisata alam di daerah kabupaten solok selatan, yaitu di Puncak Bangun Rejo yang merupakan kombinasi antara wisata alam dan wisata kuliner.

Pemandangan yang indah di puncak bangun rejo / Puncak BRJ ini membuat para pengunjung betah, sealin itu menu yang bervariatif yang ada di rumah makan ini juga akan menambah kenikmatan berlibur dengan keluarga di Solok Selatan.

Berikut ini kami tampilkan beberapa foto dari berbagai sumber yang berkaitan dengan Puncak BRJ

AYO KE SOLOK SELATAN,, SURGANYA PARA PETUALANG







Ingin Menjelajahi dan Menikmati Eksotisnya Solok Selatan Silahkan Hubungi Kami:




Friday, December 1, 2017

Ke Solok Selatan???Ke Air Terjun Kupitan Dulu....

Sekitar lebih kurang 300 meter perjalanan dari ujung pemukiman masyarakat di daerah Wonorejo kenagarian Lubuk Gadang Selatan Kabupaten Solok Selatan ada sebuah potensi objek wisata yang sangat menarik berupa air terjun. Air Terjun Kupitan kupitan berasal dari bahasa kapitan yg berarti mengapit. yang oleh masyarakat sekitar di beri nama Air Terjun Kupitan.

Air Terjun ini berada di dalam kawasan Kebun/peladangan masyarakat, setelah di telusuri oleh Kelompok Sadar Wisata

Monday, November 13, 2017

Air Terjun Baskom Wonorejo

Salah satu potensi objek wisata di solok selatan adalah Air Terjun Baskom yang terletak di Korong Wonorejo Kenagarian Lubuk Gadang Selatan, Air Terjun ini di beri nama air terjun Baskom karena memang bentuk lubuk air terjun tersebut Bulat dan lebar sehngga menyerupai baskom/wadah air.

Perjalanan menuju air terjun ini juga sangat menyenangkan, setelah melewati perkampungan warga nan ramah di teruskan dengan melewati beberapa lahan peladangan masyarakat yang umumnya di tanami kopi robusta asli solok selatan.

Sunday, November 12, 2017

Ayo Siap-Siap ke Jalur Pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan

Kepala Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Arief Toengkagie menyebutkan jalur pendakian Gunung Kerinci melalui Solok Selatan, Sumatera Barat akan dibuka pada Desember  2017.

"Tahun ini kita selesaikan rezonasi dulu. Dan akhir 2017 sudah turun menjadi zona pemanfaatan untuk wisata dan bisa digunakan untuk jalur pendakian," ujarnya. Tidak ada perubahan jalur yang telah ada, hanya sekedar meninjau ulang. "Kita hanya mereview saja," ujarnya.

Festival 1000 Rumah Gadang di Solok Selatan

Pagelaran Festival Seribu Rumah Gadang (SRG), Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, yang rencanannya dilaksanakan pada 19 hingga 21 November 2017 diharapkan bisa dijadikan kalender wisata atau event wisata yang terjadwalkan di daerah itu. Festival Seribu Rumah Gadang akan diselenggarakan bertepatan dengan digelarnya event akbar balap Tour de Singkarak (TdS) 2017.

Festival yang dipusatkan di Kawasan Seribu Rumah Gadang, Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu tersebut, dilaksanakan untuk memeriahkan event tahunan balap sepeda tersebut. Dengan persiapan yang matang dan melibatkan sumber daya manusia yang profesional, diharapkan festival tersebut mampu menggaet pelancong dan menjadi hiburan bagi masyarakat Solok Selatan.

Saturday, September 16, 2017

Pesona Goa Batu Kapal Solok Selatan


Wisata Goa Batu Kapal di Solok Selatan adalah salah satu tempat wisata yang berada di Jorong ngalau Indah Tahap I, Nagari Sungaikunyit Barat, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Solok Selatan. provinsi Sumatera Barat, negara indonesia. Wisata Goa Batu Kapal adalah salah satu dari sekian banyak lokasi tempat wisata yang ada di solok selatan yang sudah mualai dikenal oleh wisatawan wisatawan . Tempat ini sangat indah dan bisa memberikan sensasi yang berbeda dengan aktivitas kita sehari hari.

Wisata Goa Batu Kapal memiliki pesona keindahan yang sangat menarik untuk dikunjungi. Sangat di sayangkan jika anda berada di Solok Selatan tidak mengunjungi wisata goa yang mempunyai keindahan yang tiada duanya tersebut.

Wisata Goa Batu Kapal sangat cocok untuk mengisi kegiatan liburan anda, apalagi saat liburan panjang seperti libur nasional, ataupun hari ibur lainnya.  Keindahan Wisata Goa Batu Kapal ini sangatlah baik bagi anda semua yang berada di dekat atau di kejauhan untuk merapat mengunjungi tempat  Wisata Goa Batu Kapal di Solok Selatan. Abadikan Moment Tak Terlupakan di tempat ini.

Wisata Goa Batu Kapal merupakan tempat wisata yang harus anda kunjungi karena pesona keindahannya tidak ada duanya. Penduduk lokal daerah juga sangat ramah tamah terhadap wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

Solok Selatan juga mulai terkenal akan keindahan obyek wisatanya , salah satu contohnya adalah Wisata Goa Batu Kapal ini. Gua Batu Kapal merupakan destinasi wisata yang masih alami dan sangat indah.

Ayo Masukkan Goa Batu Kapal di Solok Selatan ke dalam salah satu daftar lokasi wisata yang harus anda kunjungi, AYO KESOLOK SELATAN !!!!





Ingin Menjelajahi dan Menikmati Eksotisnya Solok Selatan Silahkan Hubungi Kami:


Tuesday, August 9, 2016

Bidar Alam Solok Selatan, Ibu Kota Negara Indonesia Yang Terlupakan


Selain memiliki keindahan alam yang luar biasa, Solok Selatan juga memiliki Wisata Sejarah yamg tidak kalah menarik yaitu salah satunya Daerah Bidar Alam yang sekarang berada di kecamatan Sangir Jujuhan. Bidar Alam yang berada di daerah Solok Selatan Pernah menjadi Ibu Kota Negara Indonesia di buktikan dengan adanya beberapa monumen dan peninggalan sejarah yang mendukung bukti tersebut. 


BERIKUT INI ADALAH KRONOLOGIS SEJARAH PDRI (19 DESEMBER 1948 – 13 JULI 1949) YANG MENYEBUTKAN DENGAN JELAS BAHWA BIDAR ALAM TERMASUK DALAM SEJARAH TERSEBUT.

19 Desember 1948
Yogyakarta dan Bukittinggi diserang oleh Belanda, secara  serentak Kabinet Hatta mengeluarkan dua surat mandat tentang pembentukan Pemerintah Darurat untuk Mr. Sjafruddin Prawiranegara di Bukittinggi dan Mr. A.A. Maramis di New Delhi. Pada saat yang sama Mr. Sjafruddin Prawiranegara mengadakan rapat darurat dengan para pemimpin di Bukittinggi dan mengumumkan secara terbatas tentang pembentukan PDRI. 

20 Desember 1948
Rapat-rapat dilakukan di Bukittinggi, sementara arus pengungsi keluar kota 
mulai terjadi. Kepala Staf AURI Komodor H. Soejono memerintahkan penyelamatan dua Stasiun Radio PHB AURI dengan membawanya ke Halaban (Payakumbuh Selatan) dan Piobang, Stasiun Radio tersebut adalah :
a. Stasiun Radio di bawah Opsir Udara III Luhukay.
b. Stasiun Radio di bawah Opsir Udara III M.S. Tamimi.

21 Desember 1948
Rombongan pemerintah sipil, termasuk Mr. Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Teuku Hasan meninggalkan Bukittinggi untuk seterusnya mengungsi ke Halaban. Kepala Kepolisian Sumatera Barat , Komisaris Sulaiman Efendi dan sejumlah pemimpin menyingkir ke Lubuk Sikaping, Pasaman. Stasiun Radio AURI pimpinan Lahukay tiba Halaban, tetapi tidak sempat mengudara, karena dibumihanguskan di Halaban. Stasiun Radio Pemancar pimpinan M. Jacob Loebis sampai di Piobang, Payakumbuh untuk seterusnya dibawa ke Koto Tinggi, tengah malam Kota Bukittinggi dibumihanguskan.


22 Desembar 1948 
Pembentukan Kabinet PDRI di Halaban. Stasiun Radio PHB AURI Pimpinan Tamimi diserahkan oleh Komondor H. Soejono Kepala PDRI (Sjafruddin Prawiranegara) untuk melayani komunikasi radio Mr. Sjafruddin Prawiranegara beserta rombongannya. Stasiun Radio itu ikut serta bergerilya hingga ke tempat pengungsian di Bidar Alam.


23 Desembar 1948 
Stasiun Radio Tamimi di Halaban untuk pertama kali dapat berhubungan dengan Stasiun Radio AURI yang lain, baik yang berada di Jawa maupun di Sumatera (Ranau, Jambi, Siborong-Borong dan Kotaraja). Sjafruddin Prawiranegara merasa gembira menerima laporan tes kemampuan Stasiun Radio PDRI, dan memngumumkan berdirinya PDRI.


24 Desembar 1948
Menjelang Subuh, rombongan PDRI di bawah pimpinan Sjafruddin Prawiranegara meninggalkan Halaban menuju Pekan Baru, melalui Lubuk Bangku dan Bakinang. Stasiun Radio Tamimi dengan semua peralatan pengirim dan penerima ditempatkan pada sebuah Jip, mengikuti rombongan PDRI Awak (Crew) Stasiun Radio tersebut adalah :


1. Opsir Udara M.S. Tamimi sebagai Kepala
2. Sersan Mayor Udara Kusnadi. sebagai Teknisi merangkap Teloegrafis
3. Sersan Mayor Udara R. Oedojo, Telegrafis
4. Kopral Udara Zainal Abidin,Telegrafis Mengabungkan diri di Bidar Alam dari Pangkalan Udara Jambi.
5. Letnan Muda Udara III Umar Said Noor, Bagian Sandi
Mengabungkan diri di Bidar Alam dari Pangkalan Udara Jambi. 

Stasiun Radio Tamimi mengunakan kode pangil (Call Sign) “UDO” singkatan dari Oedojo. Sering dipakai juga Call Sign “KND” atau “ZAY” singkatan dari Kusnadi dan Zainal Abidin. Type sender yang digunakan ialah MK III 19 Set. 

24 - 26 Desembar 1948
Rombongan Rasjid tiba di Koto Tinggi, dilengkapi dengan beberapa set perlengkapan Stasiun Radio :

a.Stasiun Radio AURI yang melayani Gubernur Sumatera Barat/Tengah di Koto Tinggi adalah Stasiun Radio ZZ di bawah pimpinan Opsir Muda Udara I M. Jacob dengan ahli telegaf antara lain Zainul Aziz, Soesatyo, Soegianto, Soeryo. 

b.Stasiun Radio AURI yang bertugas mulai 22 Desember 1948 sampai 11 November 1948 mengikuti Gubernur Sumatera Barat/Tengah Mr. Rasjid dengan type sender : TCS-10 

c.Stasiun Radio yang berpindah-pindah tempat, mulai dari Desa Koto Tinggi, Puar Datar (di sini hampir saja Stasiun Radio ini diketahui olah Belanda yang menyerbu Puar Datar, tetapi berkat kesiagaan dan kegesitan para awak pihak Belanda dapat dikelabui), Sungai Dadok sampai Mudik Dadok. Sebelum memasuki Kota via Piobang, pada tanggal 11 November 1948, Stasiun Radio ini beroperasi di Sungai Rimbang, Stasiun Radio AURI ini mampu berhubungan pula dengan Jawa dan Luar Negeri (India). 

d.Stasiun Radio AURI yang melayani Mr. Sjafruddin Prawiranegara di Koto Tinggi, antara 19 Juni 1949 dan 8 Juli 1949, berakhir saat tokoh ini berangkat ke Yogyakarta.

Rombongan Sjafruddin Prawiranegara berada di Bangkinang. Sewaktu rombongan berada di Bangkinang. Belanda yang mengunakan pesawat-pesawat P-51 menyerang dengan bom.
Stasiun Radio mengirim berita ke Pangkalan Udara Jambi, menyampaikan permintaan PDRI agar pesawat RI 005 PBY (AU) diterbangkan kesalah satu sungai di Riau, ternyata kemudian pada tanggal 29 Desember 1948 ketika Belanda menyerbu Kota Jambi, pesawat yang dimaksud tenggelam di Sungai Batang Hari saat berusaha lepas landas. 

27 - 28 Desembar 1948

Rombongan Sjafruddin Prawiranegara segera meninggalkan Bangkinang, menuju Tarakan Buluh dan menyeberangi Sungai Kampar untuk meneruskan perjalanan ke Teluk Kuantan. Beberapa sadan ditinggalkan dan ditenggelamkan ke dalam sungai. Setelah melewati beberapa kampong antara lain Lipat Kain dan Muara Lembu, Jip berisi peralatan Sender terbalik, masuk kubangan lumpur beserta seluruh penumpangnya. Penumpang Jip itu adalah
Sjafruddin Prawiranegara, Tumimi (yang bertindak sebagai sopir), Oedojo dan Kusnadi. Sjafruddin Prawiranegara kehilangan kacamatanya, untunglah jip beserta peralatan pengirim tidak mengalami kerusakan, meskipun memerlukan waktu sehari semalam untuk dibersihkan dan dikeringkan. Sedangkan Sjafruddin Prawiranegaraberuntung mendapatkan kacamata “baru” dari seorang Dokter yang bertugas di wilayahn itu.


29 Desembar 1948
Perjalanan diteruskan ke Teluk Kuantan, ditepi Sungai Kuantan mereka menginap. Sementara itu Panglima Kol. Hidayat singah di Koto Tinggi dalam perjalanan cross-country dari Selatan ke Utara Sumatera, hingga ke Aceh. Hidayat mengadakan rapat dengtan Gubernur Rasjid dan mengambil keputusan merombak Pemerintahan Sipil menjadi Pemerintahan Militer. Semua pejabat Gubernur Sipil dan segenap jajarannya dimiliterkan dan semua Wakil Gubernur diangkat dari Tokoh Militer.


30 - 31 Desembar 1948
Rombongan Sjafruddin Prawiranegara meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki dari Taluk ke Sungai Dareh, semua kendaraan di tinggalkan di Taluk. Pada suatu tempat tertentu antara Taluk dan Sungai Dareh peralatan Sender diangkut melalui hutan dengan Lori bekas Jepang. Penumpang Lori hanya dua orang yaitu : Ir. Indra Tjahja sebagai masinis dan Oedojo (Telegrafis) sebagai penjaga peralatan Sender.


1 Januari 1949
Tahun Baru rombongan menginap selama tiga hari di Sungai Dareh, beristirahat dan merayakan tahun baru. Stasiun Radio sempat mengirimkan Ucapan Selamat tahun Baru kepada seluruh Stasiun Radio AURI di Jawa dan Sumatera yang melayani Pemerintahan Sipilo dan Militer.


3 Januari 1949 

Rombongan Sjafruddin Prawiranegara berangkat dari Sungai Dareh ke Bidar Alam via Abai Siat dan Abai Sangir. Rombongan dibagi menjadi tiga : (1) Rombongan Induk dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara, menempuh jalur Sungai Batang Hari dengan mempergunakan sampan yang digerakan dengan dayung dan galah dari bamboo. (2) Rombongan Keuangan dipimpin oleh Mr. Loekman Hakim (Menteri Keuangan PDRI) menuju Muara Tebo dengan naik perahu bermotor, membawa klise oeang RI Poeloe Sumatera (ORIPS) untuk dicetak di Muaro Bungo. (3) Rombongan Satsiun Radio dipimpin oleh Wakil PDRI Mr. Teuku Hasan, mengambil jalan darat karena takut tenggelam, dengan berjalan kaki menuju Abai (setelah berpisah kurang lebih 2 minggu mereka bertemu kembali di Bidar Alam).
(Keterangan mengenai ORIPS : Mesin Cetak Uang RI Muaro Bungo dirakit oleh anggota-anggota AURI dari Jambi, yang dipimpin Opsir Udara III Soejono, dari bekas mesin cetak biasa. Hasil cetakan ORIPS itu diserahkan kepada Mr. Loekman Hakim, Menteri Keuangan PDRI dan dibagi-bagikan kepada pemerintah setempat di Muaro Bungo).


4 - 5 Januari 1949
Rombongan Stasiun Radio tiba di Abai Siat dan bersiap-siap menuju Abai Sangir (“From Abai to Abai”). Beberapa peralatan sender yang tidak begitu penting terpaksa ditinggalkan ditengah perjalanan kerena medan yang ditempuh sangat berat.


7 – 9 Januari 1949 
Rombongan Stasiun Radio beristirahat selama kurang lebih satu minggu di Abai Sangir. Ketika rombongan stasiun radio berada di Sangir, rombongan keuangan yang dipimpin Mr. Loekman Hakim sudah tiba di Muara Tebo dan siap-siap melanjutkan ke Bidar Alam. Selama di Abai Sangir, stasiun radio tetap mengudara.


10 Januari 1949
Belanda menyerang Koto Tinggi dari basisnya di Payakumbuh.


15 Januari 1949

Tragedi Situjuh Batur. Rapat Besar Pimpinan Sumatera Barat di Situjuh Batur digrebek Patroli Belanda. Banyak Korban jatuh termasuk beberapa Tokoh Paling Terkemuka di Sumatera Barat (antara lain Ketua MPRD, Chatib Soelaiman) dan Puluhan Prajurit dan BNPK di Nagari itu. Antara lain yang dimakamkan di Situjuh Batur yaitu :
1 CH. SULAIMAN MPRD
2 ARISUN ST. ALAMSYAH BUPATI
3 MUNIR LATIF LETKOL
4 ZAINUDDIN MAYOR
5 TANTAWI KAPTEN
6 AZINAR LAETNA I
7 SYAMSUL BAHRI LETNAN II
8 RUSLI SOPIR
9 SYAMSUDIN PMT


Yang dimakamkan di Situjuh Banda Dalam adalah :
1 M. ZEIN BPNK
2 RAMLI BPNK
3 SYAMSUL KAMAL BPNK
4 KAMASYHUR BPNK
5 NAKUMAN BPNK
6 MANGKUTO BPNK
7 AHMAD BPNK
8 RAJIMAN BPNK

Yang dimakamkan di Situjuh Gadang adalah :
1 RAUDANI LETDA
2 ABDUDIS LETDA
3 AGUS YATIM LETTU
4 AZIS JUNAID LETTU
5 ABAS HASAN SERMA
6 DARUHAN SERMA
7 RASYID SIRIN KOPTU
8 Y. MALIKI BPNK
9 HASAN BASRI BPNK
10 BURHAN BPNK
11 ALI AMRAN BPNK
12 SYAFWANEFF BPNK
13 A. MALIK BPNK

16 Januari 1949
Rombongan Stasiun Radio beserta Mr. Teuku Hasan tiba di Bidar Alam, rombongan Sjafruddin Prawiranegara sudah tiba disana terlebih dahulu. Sekitar minggu terakhir Januari 1949, seluruh rombongan secara lengkap sudah berada di Bidar Alam.


17 Januari 1949
Stasiun Radio PDRI berhasil melakukan kontak dengan New Delhi.


21 Januari 1949
Sjafruddin Prawiranegara mengirimkan ucapan selamat kepada Nehru dan peserta Konferensi New Delhi tentang Indonesia.


22 Januari 1949
Konferensi New Delhi yang dihadiri oleh 19 Delegasi Negara Asia, termasuk Delegasi Peninjau, mengeluarkan Resolusi (Resolusi New Delhi), yang berisi protes terhadap agresi Militer Belanda dan menuntut pengembalian Tawanan Politik (Soekarno-Hatta) dan semua pemimpin Republik ke Yogyakarta.


23 Januari 1949
Mr. Rasjid dari Koto Tinggi, mengirimkan ucapan selamat atas keberhasilan Konferensi New Delhi.


28 Januari 1949
DK-PBB mengeluarkan resolusi tentang masalah Indonesia.


29 Januari 1949
Hubungan PDRI dengan para pemimpin di Jawa mulai dapat dibuka lewat telegram Kol. T.B. Simatupang, Wakil Kepala Staf APRI, yang melaporkan perkembangan di Jawa kepada PDRI Pusat di Sumatera. Laporan ini kemudian pada 12 Februari 1949 disusul dengan laporan Kol. A.H. Nasution kepada Ketua PDRI.


7 Februari 1949
Menteri Kasimo, atas nama KPPD melaporkan perkembangan terakhir di Jawa sebagai tanggapan atas telegram Ketua PDRI, 15 Januari 1949.


8 – 30 Februari 1949

Komunikasi antar Tokoh PDRI di Sumatera dan Jawa dapat diintensifkan sehingga kepemimpinan dan strategi perjuangan menghadapi kekuatan militer Belanda semakin Terkonsolidasi.
Prakrasa perundingan yang disponsori oleh Badan PBB, UNCI, antara para pemimpin yang ditawan di Bangka dengan para petinggi Belanda di Jakrta di bawah pimpinan Wakil Tinggi Mahkota Belanda Dr. Beel.


28 Februari – Maret 1949
Serangan balik ke Ibu Kota berdasarkan gagasan cemerlang penguasa tertinggi Republik di Yogya, Sri Sultan Hamengku Buwono. Serangan itu dilaksanakan oleh para prajurit yang bermarkas di sekitar Yogya, dipimpin oleh Letkol Soeharto.


2 – 29 Maret 1949
Kontak antara PDRI di Sumatera dan PDRI di Jawa.


3 Maret 1949
Stasiun Radio Dick Tamimi di Bidar Alam menerima radiogram dari Wonosari tentang serangan 1 Maret 1949 (“6 jam di Yogya”). Radiogram tersebut langsung dikirim keseluruh Satsiun Radio AURI di Sumatera, termasuk Koto Tinggi, Aceh. Kabar itu, oleh Stasiun Radio AURI di Koto Tinggi, dikirimkan pula ke Perwakilan RI di New Delhi melalui surat stasiun radio di India. Berita yang sama juga disebarkan oleh Stasiun Radio AURI di Aceh (belakangan diketahui bahwa stasiun radio AURI tersebut berada di Desa Tangse dan di Kota Kotaraja), yang ternyata mempunyai hubungan dengan Stasiun Radio Angkatan Darat Burma. Atas izin pemimpin AD Burma saat itu, Stasiun Radio Angkatan Darat Burma dapat dipergunakan oleh Opsir Muda Udara III Soemarno untuk berhubungan dengan Stasiun Radio AURI di Aceh. Soemarno, telegrafis, bersama Opsir Udara III Wiweko, penerbangan berada di Burmadalam rangka penerbangan RI Seulawah.


31 Maret 1949
Penyempurnaan Susunan Kabinet PDRI. Keanggotaan Kabinet diperlengkapi dengan para Menteri yang masih aktif di Jawa, termasuk Mr. Maramis, Menteri Keuangan dalam Kabinet Hatta, yang diangkat sebagai Menteri Luar Negeri PDRI berkedudukan di New Delhi. 

1 April 1949
Panglima Besar Soedirman akhirnya memilih menetap di Desa Sobo, setelah mengungsi dan bergerilya sejak mundur dari Yogya, Subuh 19 Desember 1948 dia menetap di Desa itu hingga kembali ke Yogya 10 Juli 1949. 

15 – 25 April 1949
Rombongan Sjafruddin Prawiranegara secara bertahap meninggalkan Bidar Alam menuju Sumpur Kudus, tempat musyawarah besar pimpinan PDRI akan diadakan. 

4 Mei 1949
Rombongan Gubernur Militer Mr. Rasjid dari Koto Tinggi dan Mr. Moh. Nasroen, mantan Wakil Gubernur Sumatera Tengah yang diangkat sebagai Komisaris Pemerintah Pusat untuk Sumatera Tengah, tiba di Sumpur Kudus. 

5 Mei 1949
Rombongan PDRI Sjafruddin Prawiranegara, secara lengkap tiba di Desa Calau, Sumpur Kudus. Rombongan PDRI meninggalkan Bidar Alam dengan naik perahu dan berjalan kaki melalui desa-desa antara lain Abai Siat, Sungai Dareh, Kiliran Jao, Sungai Betung, Padang Tarok, Tapus, Durian Gadang, Menganti (menginap satu malam) dan akhirnya tiba di Calau, Silantai, Sumpur Kudus. 

7 Mei 1949
Pernyataan Roem-Royen di Jakarta, disusul dengan reaksi keras dari pihak oposisi, PDRI dan Panglima Besar Soedirman. 

9 Mei 1949
Rombongan Sjafruddin Prawiranegara meninggalkan Calau, menuju ke Sumpur Kudus. Setelah menempuh satu hari perjalanan, rombongan tiba disebuah dataran tinggi. Saat itu anggota rombongan dipecah tiga : Sjafruddin Prawiranegara ke Desa Silangit dan Silantai, Stasiun Radio Sjafruddin ke Desa Guguk Siaur dan rombongan Keuangan ke Desa Padang Aur dam desa-desa lain sekitarnya. Di Daerah Ampalu itu, kru Stasiun Radio AURI bertemu dengan Kru Stasiun Radio PTT di Desa Tamporunggo, Sungai Naning dan desa-desa lain. Sejak saat itu, kegiatan Stasiun Radio Dick Tamimi semakin intensif. 

14 – 17 Mei 1949
Sidang Paripurna Kabinet PDRI di Silantai, Sumpur Kudus di daerah Ampalu. Di tempat itu berkumpul semua anggota Kabinet PDRI yang berada di Bidar Alam dan Koto Tinggi, untuk membicarakan reaksi PDRI terhadap prakarsa perundingan yang dilakukan oleh para pemimpin yang ditawan di Bangka(Pimpinan Soekarno – Hatta). PDRI mengeluarkan pernyataan yang menolak prakarsa perundingan kelompok Bangka. 


18 Mei – 19 Juni 1949
Sjafruddin tidak kembali ke Bidar Alam, melainkan tetap bersama seluruh anggota rombongan berangkat ke Koto Tinggi. 

2 Juni 1949
Sjafruddin melakukan kontak radiogram dengan Hatta, via Kol. Hidayat, Panglima Sumatera yang bermarkas di Aceh. 

5 – 10 Juni 1949
Hatta berangkat ke Aceh untuk mencari PDRI 

19 Juni – 30 Juli 1949
Stasiun Radio AURI Tamimi (walaupun tanpa Tamimi lagi, karena yang bersangkutan telah ikut ke Koto Tinggi) masih berada di Siaur untuk beristirahat. Mereka ikut berpuasa dan berlebaran di Desa Siaur, pada tanggal 27 juli 1949. 

2 – 3 Juli 1949
Utusan Hatta (terdiri dari dr. Leimena, Moh. Natsir dan dr. A. Halim) yang hendak menemui Sjafruddin di Koto Tinggi, tiba di Padang. Setelah menginap satu malam di Hotel Muaro, mereka berangkat dengan konvoi ke Bukittinggi dan seterusnya ke Payakumbuh. Keadaan pada waktu itu belum aman, sehingga kendaraan mereka paling kurang harus berhenti lima kali, karena dicegat oleh Gerilyawan. 

6 – 7 Juli 1949
Perundingan antara utusan Hatta dan PDRI berlangsung di Koto Kaciak, Padang Japang Payakumbuh. Setelah melalui perundingan yang alot dan menegangkan, Sjafruddin berhasil diajak kembali ke Yogya, menandai terjadinya rujuk antara PDRI dan kelompok Bangka. 

6 – 8 Juli 1949
Rombongan pemimpin dari Bangka tiba di Yogya. Dua hari kemudian utusan Hatta tiba pula di Ibu Kota. 

10 Juli 1949
Sjafruddin dan Panglima Besar Soedirman memasuki Yogya. Sjafruddin bertindak sebagai Inspektur upacara penyambutan para pemimpin yang kembali ke Yogya. 

13 Juli 1949
Sidang Kabinet Hatta pertama sejak Agresi kedua Belanda dengan acara pokok pengembalian Mandat PDRI oleh Sjafruddin kepada Soekarno – Hatta. 

25 Juli 1949
Badan Pekerja KNIP dalam sidang pertama yang dipimpin Mr. Asaat, menyetujui pernyataan Roem Royen, tetapi dengan persyaratan yang diajukan PDRI melalui pengumuman pada 14 Juni. Persyaratan itu adalah : (1) TNI tetap berada di daerah yang didudukinya; (2) Tentara Belanda harus ditarik dari daerah yang didudukinya; (3) Pemulihan Pemerintah RI di Yogyakarta harus dilakukan dengan tanpa syarat. 

Sejak itu, babak baru sejarah perjuangan memasuki tahap akhir, hingga menyerahkan kedaulatan oleh Belanda kepada Indonesia (RIS) pada tanggal 27 Desember 1949.*
(*Dari berbagai sumber)

Ingin Menjelajahi dan Menikmati Eksotisnya Solok Selatan Silahkan Hubungi Kami:


Saturday, July 23, 2016

Event "Rang Solok Selatan Baralek Gadang"

Pada bulan Agustus 2016 untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 71 ini warga Solok Selatan akan mengadakan suatu event yang sangat menarik yaitu event "Rang Solok Selatan Baralek Gadang 2016".

Event ini juga bertujuan  untuk mempromosikan Pariwisata Solok Selatan yang sedang gencar dilakukan oleh Pemda Solok Selatan dan seluruh lapisan masyarakat yang ikut mempromosikan keindahan alam dan budaya Solok Selatan. Selain itu masyarakat Solok Selatan juga sangat mengharapkan supaya event seperti ini rutin diadakan oleh pemda yang akan di dukung penuh oleh segenap lapisan masyarakat yang sadar akan pentingnya pariwisata Solok Selatan.

Tuesday, July 12, 2016

Puncak Kopi BRJ - Bangun Rejo


Seiring dengan pembenahan dan promosi Potensi Pariwisata di Solok Selatan, salah satu dari warga Bangun Rejo Kenagarian Lubuk Gadang Utara mencoba membuat suatu terobosan peluang usaha wisata kuliner yang sekarang lebih di kenal oleh Masyarakat Solok Selatan dengan sebutan Puncak BRJ/Puncak Kopi BRJ ( BRJ = Bangun ReJo ) dengan memanfaatkan pemandangan yang luar biasa indah yang ada di ladang kopi nya di daerah Bangun Rejo yang berjarak kurang lebih 5 KM dari Ibu Kota Solok Selatan, Padang Aro.

Indahnya pemandangan alam kecamatan sangir yang luar biasa , seperti Kebun Teh Liki, Kota Padang Aro dan Sekitarnya serta barisan bukit yang menyusun mozaik indah sangat memanjakan mata bagi para pengunjung tempat ini dan membuat betah para pengunjung yang datang kesini. 

Selain itu ditempat ini juga memanjakan para pecinta Selfie dengan di sediakan tempat untuk Pecinta Selfie untuk bisa ber selfie ria sepuasnya dengan latar belakang keindahan alam kecamatan sangir. 

Untuk Harga makanan disini pun tidak akan membuat kantong anda bolong, walaupun dengan menu yang masih belum terlalu bervariasi tetapi dengan menikmati view keindahan wilayah kecamatan sangir ini di temani dengan segelas kopi yang nikmat dan aneka gorengan yang tersedia hangat akan membuat anda betah untuk berlama-lama disini.








Ingin Menjelajahi dan Menikmati Eksotisnya Solok Selatan Silahkan Hubungi Kami: